Pertanian Adalah Masalah Hidup atau Mati

“Aku bertanja kepadamu: sedangkan rakjat Indonesia akan mengalami tjelaka, bentjana, mala-petaka, dalam waktu jang dekat kalau soal makanan rakjat tidak segera dipetjahkan, sedangkan soal persediaan makanan rakjat ini bagi kita adalah soal hidup atau mati, kenapa dari kalangan-kalanganmu? Kenapa buat tahun 1951/1952 jang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa fakultet pertanian hanja 120 orang, dan bagi fakultet kedokteran chewan hanya 7 orang? Tidak, pemuda-pemudiku, studie ilmu pertanian dan ilmu perchewanan tidak kurang penting dari studie lain-lain, tidak kurang memuaskan djiwa yang bertjita-tjita dan pada studie jang lain-lain. Tjamkan, sekali lagi tjamkan, kalau kita tidak “tjampakkan” soal makanan rakjat ini setjara besar-besaran, setjara radikal dan revolusioner,kita akan mengalami malapetaka!”
(Pidato Presiden RI Soekarno pada peresmian Kampus IPB Baranangsiang, 1952)
Ini adalah salah satu kata-kata pendiri negeri ini yang membuat saya tidak menyesal menjadi mahasiswa pertanian Indonesia :)
Hidup mahasiswa! Hidup pertanian Indonesia!

 

sumber asli :  http://delmarzf.blogspot.com/2011/08/pertanian-adalah-masalah-hidup-atau.html.

Aslinya ini copas doang. Jadi, terima kasih untuk pak komti Delmar Zakaria Firdaus

 

Posted in Pertanian | Leave a comment

Emas vs Uang Kertas I

Uang Kertas vs Emas I : Definisi dan Sejarah

Assalamu’alaykum teman-teman kali ini ihsan akan mencoba membahas tentang alat tukar yang lazim kita gunakan yaitu uang kertas juga barang yang sedang naik daun sekarang ini akibat krisis di Amerika saat ini yaitu emas.

 

Uang kertas

Uang kertas ialah benda yang biasa kita gunakan sebagai alat tukar. Selain itu uang kertas  mempunyai beberapa fungsi lagi yaitu sebagai penyimpan kekayaan (penyimpan nilai) dan sebagai penakar nilai (harga dari komoditas).

Dahulu uang kertas adalah sertifikat jaminan dari emas. Jadi setiap nominal pada uang kertas berarti ada jaminan emas seharga nominal yang tertera pada uang kertas tersebut. Lalu satuan perbandingan uang kertas dan emas diperkecil. Jika awalnya satu emas sebanding dengan 1 nilai uang kertas, maka mulai mengecil menjadi 1 emas sebanding dengan 10 uang kertas dan seterusnya.

Setelah Perang Dunia II, Amerika menggagas perjanjian/ kesepakatan untuk menjalankan sebuah sistem bersama yang sekarang dikenal sebagai Bretton Woods. Dalam sistem ini disepakati bahwa US dollar berperan sentral dalam sistem moneter dunia dan bisa dijadikan sebagai cadangan devisa.  Sistem ini menetapkan bahwa untuk setiap pencetakan 35 USD setara dengan satu ons emas sebagai back up. Tetapi lama-kelamaan Amerika sulit untuk memenuhi quota emas setiap kali mencetak dolar. Pada dekade 60-an Amerika hanya memiliki 22% cadangan emas dari yang seharusnya mereka miliki.

Tahun 1971 Amerika secara sepihak memutuskan untuk tidak mengaitkan dolarnya dengan cadangan emas yang mereka miliki. Hal tersebut membuat seluruh mata uang di dunia sekarang bisa kita anggap tidak memiliki nilai. Karena tidak memiliki jaminan emas. Perjanjian ini sudah di ratifikasi oleh negara-negara industri G10. Dan harus diikuti oleh seluruh anggota IMF termasuk Indonesia.

Emas

Emas sudah dijadikan alat tukar dan simbol kemakmuran sejak jaman Romawi Kuno, Mesir, Cina Kuno, dan peradaban lainnya. Masyarakat kuno sudah menggunakan emas, perak, tembaga untuk transaksi ekonomi. Emas dipilih karena kelangkaannya dan warnanya yang indah.

Ketersediaan emas di seluruh dunia yang terakumulasi sejak pertama kali manusia menggunakannya hingga sekarang diperkirakan hanya berkisar 130.000-150.000 ton. Peningkatannya pertahun hanya berkisar 1,5% – 2,0%

Begitu kokohnya emas sampai-sampai ada yang menyebut emas dan perak sebagai Heaven’s Currency karena kemampuannya menjaga keadilan sehingga secara memadai memenuhi kebutuhan manusia, tetapi tidak berlebihan.

Mata uang yang menggunakan emas adalah dinar. Dicetak dengan ukuran 4,25 gram emas 22 karat untuk setiap 1 koin dinar. Dan mata uang ini terbukti tidak pernah mengalami inflasi, berbeda dengan uang kertas yang sekarang daya belinya terus menurun. Sejak jaman Rasulullah SAW satu dinar cukup untuk membeli satu ekor kambing dan hingga sekarang pun demikian.

1400 tahun yang lalu

Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang Urwah, bahwa Nabi SAW memberikan uang 1 Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga 1 Dinar. Ia pulang membawa 1 Dinar dan satu ekor kambing. Nabi SAW mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Berikut data per 2011

Harga 1 Dinar : Rp 2.191.914

Harga kambing 30 kg: sekitar Rp 1.500.000

Jadi terbukti hingga saat ini dinar atau emas tidak mengalami inflasi.

Allahu’alam

Nantikan lanjutan artikelnya. Emas vs Uang Kertas II : Investasi vs Inflasi. Wassalamu’alaykum

Sumber :

Rumah Zakat

geraidinar.com

dinarislam.com

Kurniawan, Endy J. 2010.Think Dinar. Depok: Asma Nadia

 

Posted in Ekonomi dan Bisnis | Leave a comment

Kondisi Pertanian di Lembang

Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.084 meter di atas permukaan laut. Titik tertingginya ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27 °C. Lembang merupakan daerah pertanian yang terkenal dan terdapat di utara Kota Bandung. Hasil-hasil pertanian yang dihasilkan menopang berbagai kebutuhan pokok untuk Kota Bandung. Hasil-hasil pertanian dari Lembang berupa teh, sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Di Lembang juga terdapat banyak peternakan sapi perah yang menyebabkan Lembang terkenal dengan susu murni.

Tetapi ada beberapa masalah yang dihadapi oleh para pelaku pertanian di daerah Lembang. Masalah-masalah tersebut yaitu kesulitan air dan berkurangnya lahan pertanian disebabkan oleh  pertumbuhan pemukiman. Daerah Lembang yang seharusnya menjadi lahan untuk konservasi air, malah dijadikan pemukiman. Berkurangnya lahan konservasi air tersebut selain merugikan para petani juga merugikan penduduk di Kota Bandung. Karena air hujan yang turun hanya sedikit yang diserap oleh tanah pegunungan di Lembang dan akhirnya menyebabkan banjir di daerah selatan Kota Bandung. Permasalahan lainnya ialah perilaku beberapa petani yang kurang efisien dalam mengurus lahan pertaniannya.

Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan kerjasama dari pemerintah setempat untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung pertanian. Seperti pemabatasan pemukiman dan penyuluhan untuk para petani. Para petani membutuhkan penyuluhan dalam bidang teknologi pertanian, pengolahan pascapanen, dan pertaniannya itu sendiri. Hal tersebut sangat membantu dalam hal meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian mereka, peningkatan hasil produksi, dan juga pertambahan nilai jual hasil pertanian. Kombinasi perkebunan dan peternakan sapi perah juga merupakan hal yang bagus. Produk sampingan seperti kotoran dari sapi dapat digunakan sebegai pupuk untuk perkebunan. Petani yang berwawasan serta didukung kerjasama pemerintah dapat meningkatan kesejahteraan, penyerapan tenaga kerja, dan juga ketahanan pangan.

 

Posted in Pertanian | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Muhammad Raja Ihsan.

Hello World! :)

Posted in Uncategorized | 1 Comment